Khotbah · Khotbah Ibadah Syukur
Khotbah HUT GEPSULTRA ke-62
Referensi Alkitab: Efesus 4:1-16; Yohanes 17:21
Tema: Dengan Bersatu GEPSULTRA Bertumbuh Menjadi Dewasa
Tanggal pelayanan/ibadah: 08 Feb 2019

Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi,
Hari ini 10 Pebruari 2019 Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA) berulang tahun, genap berusia 62 tahun. Karena itulah sebagai warga gereja dan Jemaat, kita memuliakan nama Tuhan dan bersyukur dengan penuh sukacita melalui puji-pujian,doa dan persembahan kita. Memperingati usia 62 tahun GEPSULTRA berarti memperingati dan mensyukuri perkenan Tuhan atas peristiwa kelahiran GEPSULTRA, dan juga kasih-setia dan kuasa penyertaan-Nya di sepanjang sejarah perjalanan 62 tahun GEPSULTRA. Kita menyadari, bahwa dalam sepanjang sejarah perjalanan 62 tahun itu, GEPSULTRA telah mengalami banyak tantangan dan pergumulan yang tidak mudah, baik dari luar tetapi juga dari dalam tubuh GEPSULTRA sendiri; pada masa-masa awal terbentuknya GEPSULTRA antara lain telah mengalami intimidasi, teror dan penganiayaan dari gerombolan DI/TII, sementara itu dari tengah-tengah persekutuan kita juga mengalami pergumulan dari pihak atau oknum tertentu yang hendak memecah-belah persekutuan Jemaat dan Gereja ini.
Selaku warga GEPSULTRA, kita sungguh percaya, bahwa oleh karena rencana dan maksud Tuhan sendirilah,maka para Pekabar Injil (zending) dari Yayasan Pekabaran Injil Nederlands Zending Vereniging (NZV) telah datang di Sulawesi Tenggara pada tahun 1916 dan melakukan pelayanan misinya di lembah Mowewe. Diawali oleh Ds. Hendrik van der Klift bersama keluarga dan disusul oleh rekan-rekan zending lainnya. Berkat jerih-lelah pengabdian dan juga pengorbanan mereka, sehingga kemudian terbentuklah persekutuan-persekutuan jemaat di Mowewe, Sanggona, Rate-rate, Lambuya, Puriala, Bombana dan Kendari. Kini dalam usia 62 tahun, GEPSULTRA sudah mengalami pertumbuhan dengan jumlah 100 Jemaat, 36 Bakal Jemaat dan 1 pos pelayanan. Data singkat ini menjadi petunjuk yang sangat nyata bagi kita, bahwa Tuhan sendirilah yang menghendaki dan memberkati kehadiran GEPSULTRA untuk berkembang dan melaksanakan maksud panggilan dan pengutusan-Nya di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara ini dan dunia global melalui kemitraan dengan berbagai Gereja, lembaga-lembaga Kristen, pemerintah, masyarakat dari golongan Agama /kepercayaan lain, dan berbagai Badan, Yayasan dan Lembaga lainnya.
Sebagai warga GEPSULTRA yang terdiri dari beragam latar belakang budaya, suku dan tradisi gereja, kita percaya bahwa di dalam Gereja-Nya inilah Tuhan berkenan memanggil kita masing-masing untuk menjadi satu kesatuan tubuh Kristus dan bersama-sama membangun persekutuan untuk mengerjakan tugas pelayanan dan kesaksian sesuai dengan talenta, profesi dan berbagai tugas panggilan yang Ia percayakan.
Saudara-saudara dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,
Kesatuan Jemaat dan Gereja inilah pula yang menjadi perhatian dan penekanan rasul Paulus dalam bacaan Firman Tuhan pada hari ulang tahun GEPSULTRA ke-62 ini. “Sebab itu aku menasehatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu” (ay. 1). Apakah panggilan Tuhan itu bagi setiap orang percaya? Tidak lain adalah menjaga dan memelihara kesatuan Jemaat dan Gereja. Setiap orang yang tetap setia memelihara kesatuan Jemaat berarti hidup sepadan atau selaras dengan maksud panggilan Kristus. Atau sebaliknya, orang yang tidak menjaga dan memelihara kesatuan Jemaat adalah orang yang tidak hidup berpadanan atau tidak hidup selaras dengan maksud panggilan Kristus kepadanya. Dalam Injil Matius 12: 30 Tuhan Yesus memberi peringatan: “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”
Alasan rasul Paulus menasehatkan pentingnya kesatuan Jemaat atau Gereja sangatlah mendasar. Alasan dasarnya ialah karena orang yang beriman kepada Kristus telah dihimpunkan dalam satu persekutuan sebagai satu tubuh, satu Roh, dan satu pengharapan (ay. 4), satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua (ay. 5 dan 6). Untuk itu rasul Paulus meminta “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” (ay. 2-3). Seseorang yang mengaku beriman kepada Kristus tidak ada alasan sama sekali untuk memecah belah persekutuan Jemaat atau Gereja Tuhan. Perkataan atau perbuatan yang mengarah pada perpecahan satu persekutuan Jemaat atau Gereja merupakan tanda ketidakdewasaan dan bertentangan dengan maksud dan tujuan Tuhan sendiri. Karena itu kita masing-masing mestinya selalu menjaga diri agar kehadiran kita tidak membawa pengaruh negatif yang dapat melemahkan semangat persekutuan, dan tidak menyebarkan isu-isu yang dapat merusak keharmonisan dan kerukunan persekutuan Gereja Tuhan. Betapa sangat hakikinya kesatuan Gereja itu, sehingga rasul Paulus mengidentikkan kesatuan Gereja itu dengan kesatuan tubuh Kristus sendiri. Hal ini dinyatakan rasul Paulus dalam I Kor. 12: 12 dan 27: “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus....Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” Dengan demikian Kesatuan Gereja-Nya tidak lain adalah penampakan atau perwujudan kesatuan tubuh Kristus di bumi ini. Karena itulah kita dapat memahami mengapa Tuhan Yesus sendiri menghendaki dan mendoakan kesatuan Gereja-Nya. Tujuan Yesus dengan kesatuan Gereja-Nya tidak lain adalah “supaya dunia percaya kepada-Nya.” Kata Yesus: “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 17: 21). Inilah pesan dan pengajaran pertama dari bacaan Firman Tuhan hari ini, bahwa kita semua yang telah dipanggil oleh Kristus, supaya kita hidup berpadanan dengan panggilan-Nya, yaitu memelihara kesatuan gereja-Nya, GEPSULTRA. Karena dengan terpeliharanya kesatuan Gereja akan menjadi kesaksian yang membuat dunia percaya kepada Yesus Kristus. Dunialah yang telah dikasihi Yesus yang menjadi fokus sasaran Yesus agar percaya kepada-Nya. Dan kesatuan Gereja atau kita semua hendak dipakai-Nya sebagai sarana atau alat untuk menyaksikan kasih-Nya dan keselamatan yang telah dikerjakan-Nya bagi dunia. Karena itu, untuk memelihara kesatuan kita selaku Gereja Tuhan, rasul Paulus menasihatkan: “Hendaklah kamu selalu rendah hati (bukan angkuh atau tinggi hati), lemah lembut (bukan kasar), sabar (bukan mudah tersinggung dan marah), tunjukkan kasihmu dengan saling membantu (bukan mementingkan diri sendiri dan eksklusif), dan peliharalah kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” (ay. 2-3).
Pesan dan pengajaran ke dua dari Firman Tuhan hari ini adalah pembangunan dan pertumbuhan tubuh Kristus.
GEPSULTRA sebagai satu kesatuan tubuh Kristus di wilayah Sulawesi Tenggara haruslah terus dibangun dan bertumbuh untuk menjadi sebuah Gereja yang dewasa. (Secara sederhana kita dapat bandingkan dengan pertumbuhan seorang anak yang dari waktu ke waktu menjadi besar dan dewasa; yang pada awalnya bergantung penuh pada orang tuanya, tetapi secara bertahap menjadi seorang yang mandiri). Pembangunan dan pertumbuhan Gereja yang dimaksudkan Firman Tuhan, bukan pertama-tama pembangunan dan pertumbuhan fisik bangunan atau gedung gereja, meskipun memang kita juga memerlukan sebuah gedung sebagai tempat beribadah. Pembangunan dan pertumbuhan sebuah Gereja sebagaimana dimaksud pada ayat 11 dan ayat-ayat berikutnya terutama berkaitan dengan jabatan-jabatan pelayanan yang Tuhan Yesus karuniakan dalam gereja-Nya. Jabatan-jabatan itu adalah rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar (ay. 11), dan jabatan gerejawi lainnya, termasuk jabatan organisi dalam Gereja. Jabatan-jabatan pelayanan tersebut oleh Tuhan Yesus dimaksudkan “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (ay. 12). Kata “memperlengkapi” dalam bahasa Yunani adalah “katartismon” yang juga berarti menempatkan seseorang atau sesuatu dalam kondisi sempurna sebagaimana mestinya; atau untuk meyempurnakan orang-orang kudus (band. 2 Kor. 13: 9); atau untuk menyempurnakan orang-orang Kristen yang belum sempurna (I Tes. 3: 10; Ibr. 13: 21); atau untuk kualifikasi orang-orang percaya, sehingga dalam setiap cara bekerja untuk pembangunan dan kemajuan Gereja. Dengan demikian Jemaat atau Gereja sudah semestinya tidak berhenti, tetapi terus-menerus berupaya memperlengkapi, menyempurnakan, meningkatkan kualifikasi warganya agar dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab terlibat mengambil bagian dalam pekerjaan pelayanan untuk pembangunan Gereja. Upaya memperlengkapi warga Gereja ini, tidak saja melalui ibadah dan pemberitaan Firman Tuhan, tetapi juga dengan upaya-upaya pemberdayaan warga Gereja melalui berbagai bentuk pelatihan, membangun jaringan kemitran dan studi banding pada Gereja-gereja yang sudah lebih maju dan berkembang. Sudah tentu, bahwa para pekerja dan pelayan Gereja juga harus terus diperlengkapi dan memperlengkapi diri sehingga mampu memperlengkapi warga gereja.
Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi,
Tujuan atau sasaran utama pembangunan tubuh Kristus atau Gereja menurut Firman Tuhan pada ayat 13 adalah:
- Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, yaitu Yesus Kristus. Setiap individu dan seluruh warga Gereja harus dibawa pada iman kepada Anak Allah. Iman tidak sama dengan “kredo” atau “pengakuan” atau kebenaran yang diyakini, tetapi tindakan percaya dalam segala waktu dan keadaan. Iman itu bukanlah iman yang buta, tetapi iman kepada Anak Allah itu didasarkan pada pengetahuan tentang pribadi Yesus Kristus, karya-Nya, dan hubungan atau relasi dengan diri-Nya. Tujuan pelayanan para pelayan Gereja adalah membawa seluruh warga Gereja pada iman kepada Anak Allah itu, sampai semua warga Gereja memiliki pengetahuan yang benar dan memiliki keyakinan yang sama pada Anak Allah. Bilamana di kalangan warga Gereja masih ada yang belum memiliki pengetahuan yang benar tentang Anak Allah itu, maka imannya belumlah kokoh. Orang-orang yang demikian tentu tidak siap sedia untuk memberikan pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab tentang iman dan pengharapan yang ada padanya (I Pet, 1: 15). Karena itulah pula tidak jarang kita mendengar orang yang mudah menanggalkan imannya.
- Kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Firman Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya bertumbuh menjadi dewasa. Jelas rasul Paulus tidak menunjuk pada pertumbuhan biologis atau fisik Gereja, tetapi pertumbuhan rohani yang menghasilkan buah-buah roh; kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri (Gal. 5: 22-23). Rasul Paulus selalu menekankan pentingnya Gereja menjadi semakin dewasa, matang, atau sempurna sebagaimana diungkapkan dalam I Kor. 2: 6; Fil. 3: 15; Kol. 1: 28; 4: 12. Kedewasaan penuh Gereja yang dimaksud adalah sesuai dengan kepenuhan Kristus. “Jemaat atau gereja yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu” (Ef. 1: 23). “Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah” (Ef. 3: 19b).
Saudara-saudara,
Seraya bersyukur dan memuji Tuhan dalam momentum peringatan hari ulang tahun GEPSULTRA ke-62 tahun ini, marilah kita meneguhkan komitmen dan kesetiaan kita untuk tetap menjaga dan memelihara keutuhan persekutuan Gereja Tuhan agar berkenan menjadi sarana kesaksian yang membuat dunia percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Dan kepada semua rekan sekerja para pejabat atau pelayan yang telah berikrar untuk mengabdikan diri dalam Gereja-Nya ini, apapun peran, fungsi dan tanggung jawab kita, marilah kita lebih menunjukkan kesungguhan dalam menjawab panggilan Tuhan untuk memperlengkapi seluruh warga Gereja dalam semua ketegorial, agar supaya GEPSULTRA terus dibangun dan bertumbuh ke arah kedewasaan penuh sesuai kehendak Kristus, Tuhan dan Kepala GEPSULTRA. Selamat Ulang Tahun GEPSULTRA ke-62. Tuhan Yesus memberkati Gereja-Nya, seluruh pekerja pelayan-Nya, seluruh warga Gereja, dan seluruh aset kekayaan Gereja-Nya. Bagi Dialah segala kemuliaan, kini dan selamanya, amin.
Berikan apresiasi satu kali untuk Khotbah/Renungan ini.