Lewati ke konten utama
Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara GEPSULTRA

Renungan · Umum

Masa Depan Tetap Ada

Tidak diketahui · Dipublikasikan 27 Dec 2018

Referensi Alkitab: Amsal 23:15-18

Tanggal pelayanan/ibadah: 27 Dec 2018

GEPSULTRA

PENDAHULUAN :

Sidang jemaat yang kekasih didalam Tuhan, masa depan adalah kenyataan yang pada suatu saat menjadi masa kini dan bagi umat Tuhan masa depan berpusat kepada Yesus Kristus yang adalah Firman, melalui iman dan pengharapan. Pada hari ini kita sudah berada diambang hari terakhir 2018 . Dengan tibahnya kita diambang akhir, maka paling tidak membuat kita sadar akan dua hal. Pertama, waktu bergulir terus menambah bilangan hari, bulan, dan tahun kepada usia kita, entah kita suka atau tidak. Yang kedua, segala sesuatunya yang berawal akan berakhir.

PENDALAMAN TEKS :

Saudara saudara tahun 2018 segera akan berlalu. Setelah setahun kita menghitung hari hari menjalani hidup ini, apakah kita memiliki hati yang semakin bijaksana di penghujung tahun ini ? inilah yang patut kita renungkan pada hari di penghujung tahun ini. Kita tentu tidak ingin melewatkan tahun ini berlalu begitu saja tanpa mau mengambil hikmah dan pelajaran dari padanya. Sebab kita tahu semua sebagai orang percaya bahwa “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia “ (Roma 8 : 28).

Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan “ ( Amzal 8 : 10 ). Sebab, jika orang hatinya tidak iri kepada orang berdosa dan takut akan Tuhan, maka masa depan sungguh ada dan harapannya tidak akan hilang ( ay 17 - 18 ). Orang memiliki hati yang bijaksana, maka ia memiliki masa depan dan harapan. Ada banyak peristiwa yang terjadi dan ada banyak hal yang kita lakukan pada tahun ini. Silih berganti antara keberhasilan dan kegagalan, untung dan malang, sehat dan sakit, datang dan pergi, gembira dan sedih, harap dan cemas merajut dan memperkaya pengalaman kita sepanjang tahun ini. Pengalaman itu tdak akan terulang kembali, namun ia telah menjadi milik kita. Pengalaman adalah guru yang baik. Marilah kita belajar dari padanya, agar kita memiliki hati yang bijaksana. Dengan begitu, kita memiliki masa depan dan harapan, sehingga kendati apapun yang terjadi kita teguh percaya kepada Tuhan. Sehingga masa depan akan menjadi masa kini karena kehadiran Allah di pusat kehidupan menyadarkan kita bahwa kita adalah umat Allah dan Dia menjadi Allah kita. Generasi demi generasi akan mengalami sukacita dan itu bukanlah hal yang ajaib dan mustahil bagi Allah. Sukacita dan takut akan Tuhan ( ay 15 - 17 ) akan menumbuhkan dan memelihara sumber sumber kebutuhan kita. Masa depan seperti ini pada suatu saat akan menjadi masa kini sehingga kita tidak putus asa atau kehilangan pengharapan.

Saudara saudara, kita tidak lagi berada dibawah bayang bayang maut, namun berada dibahwa kuasa Allah. Allah berbuat baik bukan karena kita berbuat baik, tetapi karena Ia tidak dapat menyangkali kasih setia-Nya. Kalau demikian maka, kepada kita ditegaskan jangan takut ketika berada dalam pergumulan masa kini sebab masa depan dimana kesetiaan dan kebenaran Allah diberlakukan akan menjadi masa kini.

Pertolongan serta kekuatan dari Tuhan itulah yang menolong kita untuk tetap tabah dan tangguh dalam kehidupan masa kini. Bisa saja pergumulan dan tantangan menjadi bagian kita sekarang, sehingga ada pertanyaan mungkinkan Tuhan memperhatikan kita ? Firman Tuhan hari ini mau menegaskan kepada kita semua bahwa Ia berkarya dalam kesetiaan dan kebenaran. Melalui kesetiaan dan kebenaran itulah kita tetap mengalami bahwa pertolongan-Nya menjadi nyata dan menumbuhkan kesukacitaan. Hal ini terjadi ketika Ia berada di pusat kehidupan kita. Di tempat strategis yang memungkinkan kita semua tetap berkarya dalam kesungguhan. Apakah karya itu merupakan hal yang ajaib dan mustahil ? Tidak, sebab setiap kali Ia berkarya maka karya-Nya mengantar kita dengan mantap memasuki hari esok.

Hubungan antara Allah dan kita adalah hubungan yang dilandasi oleh perjanjian Dalam hubungan yang demikann Allah tidak dapat mengingkari janji keselamatan yang Ia sudah tetapkan. Sekalipun kita sering mengingkari janji namun Allah tidak dapat mengingkarinya, Ia terikat dengan janji. Dalam keterikatan-Nya dengan janji itu, Ia wujudkan suatu karya penyelaatan. Karya penyelamatan yang telah membuka jalan yang baru dan yang hidup. Melalui karya peyelaatan yang adalah jalan kehidupan maka kita memiliki pengharapan mengenai masa depan. Masa depan yang membuat kita memahami bahwa dalam perjalanannya bersama dengan Kristus kita semakin diperbaharui untuk mengalami penyertaan Allah.

Pemahaman inilah yang memungkinkan setiap orang percaya untuk datang berserah kepada-Nya .Kita berserah dengan hati yang bersih, sebab intisari untuk hidup dimasa depan adalah penyerahan diri secara utuh kepada Tuhan. Penyerahan dengan hati bersih menjelaskan bahwa persekutuan dengan Allah merupakan hal yang prinsipil karena itu janganlah mengindar dan menjauh dari pertemuan pertemuan ibadah ( Ibrani 10 : 25 ).

PENERAPAN :

Saudara saudara bagi kita dewasa ini selaku warga gereja pemahaman yang benar mengenai penyertaan Tuhan harus terus menerus dihayati. Dalam penyerahan itu kita menempatkan diri sebagai yang telah diselamatkan oleh karya Kristus , untuk memasuki masa depan yang telah ditetapkan bagi kita. Sebab itu pengharapan yang kita miliki tentang masa depan harus selalu membuat kita mampu untuk tetap bertekun. Karena kehadiran kita ditengah tengah dunia ini adalah untuk menabur keyakinan tentang masa depan manusia dan masa depan dunia ini. Gereja, yang telah hidup dalam keyakinan tentang masa depan, hendaknya tidak ragu ragu untuk meyakinkan umat agar tidak terbenam di dalam pengharapan yang kosong. Bagi kita jelas, bahwa masa depan kita sungguh ada di tangan Dia, yang memerintah. Pengharapan harus diletakan sepenuhnya kepada-Nya. Amin. (SYR)

Apresiasi pembaca

Berikan apresiasi satu kali untuk Khotbah/Renungan ini.

Cari dalam kanal Khotbah

Tulisan Terkait

Khotbah

Khotbah HUT GEPSULTRA ke-62

Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi, Hari ini 10 Pebruari 2019 Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA) berulang tahun, genap berusia 62 tahun. Karena…

Renungan

Mengarah ke Masa Depan

Meninggalkan sesuatu yang merupakan keharusan, tentu tidak mudah apalagi dengan semua kenangannya. Tetapi yang pasti, bahwa selalu ada hal yang patut untuk di renungkan…

Khotbah

Pembaharuan dalam Hidup Bersama

Firman Tuhan yang datang menyapa kita di pagi hari ini sungguh sangat indah. Nikmat rasanya! Saya pun sangat menikmatinya disaat saya membacanya. Saya berharap…

Khotbah

Merdeka dari Dosa

?Apakah kita sudah mengalami kemerdekaan di dalam Kristus sering kali kita mendengar bahkan mengatakan bahwa segala dosa-dosa kita telah telah ditebus 0leh darah Yesus…