Lewati ke konten utama
Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara GEPSULTRA

Khotbah · Khotbah Hari Minggu

Pembaharuan dalam Hidup Bersama

Tidak diketahui · Dipublikasikan 19 Jul 2018

Referensi Alkitab: Mazmur 133:1-3

Tanggal pelayanan/ibadah: 19 Jul 2018

GEPSULTRA

Saudara-saudara!

Firman Tuhan yang datang menyapa kita di pagi hari ini sungguh sangat indah. Nikmat rasanya! Saya pun sangat menikmatinya disaat saya membacanya. Saya berharap saudara-saudara dapat menikmatinya pula. Mengapa saya katakan demikian! Lalu mengapa pula saya menyuruh saudara-saudara untuk menikmatinya! Oleh karena saya sedang membayangkan suasana hidup yang damai, tentram, tidak ada benci, iri hati, dengki, pertengkaran, permusuhan. Saya menepis dan melupakan apa yang telah orang perbuat yang sungguh menyakitkan diri saya. Melupakan wajah-wajah orang yang membuat saya tersakiti. Sebab, jikalau saya mengingatnya, maka yang ada “Sakitnya tuh Disini”. Indahnya hilang! Dan saya tidak menginginkan keindahan hidup itu hilang dari diri saya, hanya karena hal yang demikian. Saya pun sangat menikmati ketika ada kelompok paduan suara menyanyikan ungkapan-ungkapan pemazmur 133 ini. Saya percaya bahwa semua kita yang hadir pada ibadah hari ini menginginkan hidup yang damai, rukun. Akan tetapi terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang biasa kita alami. Hari ini kita katakan kepada Tuhan, ‘oh Tuhan, saya menginginkan hidup yang damai, rukun dalam keluarga dan juga dilingkungan dimana saya berada”. Esok hari kita tidak memberi respon yang baik terhadap apa yang kita sampaikan kepada Tuhan, melalui akal sehat kita. Masalah kecil dalam rumahtangga, bertengkar, KDRT bahkan terkadang berujung pada perceraian. Perbedaan pendapat dengan sahabat, eh malah bertengkar bahkan saling membenci. Dulunya bergandengan tangan, sekarang adu tangan. Dulunya baku- sayang, eh sekarang baku-benci. Kalo ada yang demikian di antara kita yang hadir dalam ibadah hari ini (saya tidak menuduh), saya mau tegaskan “Membenci itu Beban Hidup”. Sebab akan melahirkan ada banyak benih-benih ketidak-damai-an dan ketidak-rukun-nan. Seperti: iri hati, cemburu, kesombongan, dengki, pikiran negatif terhadap orang lain dan masih banyak lagi hal-hal yang jelek akan lahir. Perlu di ingat! Bahwa Membenci adalah cara Iblis menghambat Berkat Tuhan hadir menghampiri umatNya.

Nah saudara-saudara! Seperti apa dan bagaimana hidup yang damai dan rukun itu.

Daud melukiskannya seperti minyak yang sangat mahal harganya, dipakai dalam pengurapan para imam yang mampu memberikan aroma yang sangat wangi/harum bagi setiap tempat, dimana minyak itu dipergunakan. Daud menyebut secara langsung akan pengurapan Harun menjadi Imam. Di mana minyak itu dipergunakan. Minyak itu dituangkan di atas kepala Harun, meleleh sampai ke janggutnya dan leher jubahnya. Jadi mulai dari kepala Harun sampai badannya (pakaiannya), memberikan aroma yang sangat harum/wangi. So biar Harun tidak mandi satu minggu, dia juga tetap harum. Seperti itulah, seseorang yang selalu membawa damai dan mau hidup rukun dengan sesamanya. Ia selalu membawa aroma yang sangat harum/wangi dalam perjumpaannya dengan sesamanya, dalam rumahtangganya, dalam persekutuan jemaat, melalui tuturkatanya serta perbuatannya. Pikirannya disejukkan dengan pikiran-pikiran yang positif terhadap sesamanya, serta ide-idenya bagi persekutuan jemaat adalah ide-ide yang sangat membangun, tidak hanya kritik sana-sini.

Daud juga melukiskan hidup damai dan rukun akan menjawab segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Secara logika,kita berpikir bahwaembun gunung Hermon tidaklah mungkin mencapai gunung-gunung sion. Oleh karena puncak bukit Hermon ditutupi salju sepanjang tahun. Bagaimana mungkin embun bukit Hermon itu bisa sampai ke atas gunung-gunung sion. Akan tetapi itu bisa saja terjadi, jikalau Tuhan berkenan. Segala sesuatu jikalau Tuhan berkenan maka akan menjadi mungkin. Jadi menyangkut hidup damai dan rukun, kita pula harus memohon kepada Tuhan. Supaya DIA bekerja dalam pribadi-pribadi kita, dan kita menjadi alat ditangan Tuhan yang sungguh sangat berguna. Membawa Pembaharuan Dalam Hidup Bersama. Menyatakan bahwa Tuhan itu baik bagi semua orang, melalui diri kita. Terpujilah Allah! Amin.(RM)

Apresiasi pembaca

Berikan apresiasi satu kali untuk Khotbah/Renungan ini.

Cari dalam kanal Khotbah

Tulisan Terkait

Khotbah

Khotbah HUT GEPSULTRA ke-62

Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi, Hari ini 10 Pebruari 2019 Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA) berulang tahun, genap berusia 62 tahun. Karena…

Renungan

Masa Depan Tetap Ada

Sidang jemaat yang kekasih didalam Tuhan, masa depan adalah kenyataan yang pada suatu saat menjadi masa kini dan bagi umat Tuhan masa depan berpusat kepada Yesus Kristus…

Renungan

Mengarah ke Masa Depan

Meninggalkan sesuatu yang merupakan keharusan, tentu tidak mudah apalagi dengan semua kenangannya. Tetapi yang pasti, bahwa selalu ada hal yang patut untuk di renungkan…

Khotbah

Merdeka dari Dosa

?Apakah kita sudah mengalami kemerdekaan di dalam Kristus sering kali kita mendengar bahkan mengatakan bahwa segala dosa-dosa kita telah telah ditebus 0leh darah Yesus…