Khotbah · Khotbah Hari Minggu
Merdeka dari Dosa
Referensi Alkitab: Roma 6:15-23
Tanggal pelayanan/ibadah: 02 Jul 2018

Pendahaluan:
Mengawali uraian ini pertanyaan sederhana menyapa kita, “Apakah kita sudah mengalami kemerdekaan di dalam Kristus?” sering kali kita mendengar bahkan mengatakan bahwa segala dosa-dosa kita telah telah ditebus 0leh darah Yesus, tetapi mengapa kita masih sering jatuh dalam dosa bahkan bergumul dalam dosa. Di dalam hidup kita ada dua macam perhambaan, sekalipun kita telah mengalami penebusan di dalam Kristus itu bukan berarti kita otomatis dapat menyerahkan hidup kita menjadi hambah kebenaran, karena ternyata kita masih terus bergumul dengan kekuatan yang lain yang bisa menggoda dan menguasai kita yakni, kedagingan kita.
Pendalaman Teks/Tafsiran.
Rasul Paulus berkata “Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati , baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian , maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran ?” ( roma 6 : 16 ).
Selama kita masih hidup dalam dunia ini kita masih berhadapan dengan kuasa iblis yang selalu ingin menguasai dunia, iblis masih terus bekerja untuk menggagalkan rencana Tuhan dalam hidup kita supaya iblis membawa sebanyak mungkin untuk menjadi pengikutnya.
Sebenarnya Iblis sudah tidak punya kekuatan lagi untuk menjatuhkan kita, karena Tuhan Yesus telah mengalahkan kuasa dosa diatas kayu salib. Lalu mengapa kita bisa jatuh lagi di dalam dosa ? itu semua terjadi karena kita sendiri yang menyerahkan diri kepada Iblis. Karena keputusan untuk jatuh di dalam dosa ada di tangan kita, sehingga bila kita jatuh dalam dosa itu bukan karena siapa-siapa melainkan karena keputusan yang kita buat sendiri untuk jatuh dalam dosa. Karena itu ingatlah firman ini : “ sadarlah dan berjaga-jagalah ! lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum- aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. ( 1 petrus 5 : 8 ).
Kalau hari ini ada yang terikat dengan dosa, apa yang harus kita lakukan ? Firman Tuhan berkata ; “ jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanis 1 : 9). Itu berarti datang kepada Tuhan dan meminta pengampunan-Nya, berjanji pada diri sendiri untuk tidak berbuat dosa, dan mau hidup berjaga-jaga yakni setia dan melakukan kehendak Tuhan di dalam FirmanNya adalah pilih hidup. Sebab kita tidak bisa hidup dalam dua perhambaan, di satu sisi kita hidup sebagai hamba Allah, dan disisi lain kita menjadi hamba Iblis. Tuhan mau supaya kita (umatNya) hanya menjadi hambaNya atau hamba kebenaran dan menyerahkan tubuh kita dipakai sebagai senjata-senjata kebenaran.
Penerapabn/Aplikasi.
Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus !
Hamba atau budak dalam zaman itu adalah orang yang tidak memiliki kemerdekaan. Ia milik tuannya, ia hidup untuk tuannya. Perbudakan secara terbatas menggambarkan status manusia pada umumnya. Semua manusia pada dasarnya sedang menjalani perhambaan tertentu. Entah kita menjadi hamba kebenaran sehingga kita bebas dari dosa, atau kita menjadi hamba dosa sehingga kita berada di luar kebenaran. Orang Kristen perlu menyadari bahwa hal menjadi hamba itu bukan suatu yang pasif saja menerima nasib kita. Menjadi hamba siapa kita, tergantung pada sikap aktif kita menyerahkan diri entah kepada Allah atau kepada dosa (ayat 18). Karena anugerah Allah, Kristus telah membebaskan kita dari dosa dan membuat kita menjadi hamba kebenaran yang menjalani proses pengudusan. Oleh karena itu kita harus aktif mengambil pilihan serasi dengan fakta tersebut dari waktu ke waktu (ayat 19-23).
Paulus juga menguraikan bagaimana orang Kristen boleh mengalami pengudusan dalam hidupnya. Kekudusan adalah akibat menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ia mati dan bangkit untuk keselamatan dan pengudusan kita. Kita harus aktif mengingat bahwa dalam iman, kita satu dengan kematian dan kebangkitan-Nya.
Ingatlah: Kita harus aktif bertindak menyerahkan diri kepada Dia yang sudah membenarkan kita agar kebenaran-Nya berbuah dalam kehidupan kita. Dengan prinsip ini, kekudusan karena anugerah menjadi pengalaman nyata dalam hidup kita sehari-hari. Dengan cara itu pulalah kita benar-benar merdeka dari kekuasaan dosa. A m i n.(IK)
Berikan apresiasi satu kali untuk Khotbah/Renungan ini.