Khotbah · Khotbah Hari Minggu
Jangan Bersahabat dengan Dunia
Referensi Alkitab: Yakobus 4:1-8
Tanggal pelayanan/ibadah: 20 Jun 2018

Saudara saudara sidang jemaat yang kekasih, usaha untuk mencapai sesuatu, selama dalam batas batas kewajaran, tidak menjadi masalah. Tuhan sendiri menghendaki kita bekera dan berusaha untuk memperoleh dan memiliki sesuatu. Itu sebabnya rasul Paulus berkata : “ Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan “ ( 2 Tesalonika 3 : 10b ). Tetapi banyak kali manusia cenderung bekerja dan berusaha di luar batas batas kewajaran. Mereka bekerja dan berusaha oleh dorongan hawa nafsunya. Bahkan doa untuk memohonkan sesuatu pun ditempatkan dibawah kuasa hawa nafsu itu.
Banyak kali kita pun bertindak dan berbuat di luar batas batas kewajaran seperti itu. Kita berusaha dan berdoa di bawah pengaruh hawa nafsu kita sendiri. Tetapi ingat, usaha dan doa seperti itu hanya akan tertuju kepada pementingan diri sendiri, bukan kepada pementingan orang lain. Itulah tindak persahabatan dengan dunia. Dan persahabatan dengan dunia berarti permusuhan dengan Allah. Akibatnya tragis sekali. Kita tidak pernah akan mencapai tujuan usaha kita. Kita selalu menemui jalan buntu, secara ironis, yakobus berkata : “ kamu mengingini sesuatu, tetapi tidak memperolehnya. Kamu berdoa tetapi tidak menerima apa apa “. Mengapa ? karena keinginan dan doa kita itu, kita dasarkan hanya diatas nafsu kejahatan dan nafsu pementingan diri sendiri.
Semua ini menunjuk kepada sifat ketidak setiaan kita kepada Allah, yang juga merupakan sikap kecongkakan kita di hadapan-Nya. Padahal Allah sangat menentang orang yang congkak. Maka sebagai orang orang percaya yang sudah dikaruniai Roh Kudus, kita dipanggil untuk hidup menurut apa yang diingini Tuhan, yaitu : menjauhi nafsu kejahatan. Ini mengisyaratkan kita untuk hidup dalam pertobatan. Berarti, kita patut menyesali dosa kecongkakkan kita untuk kembali hidup dalam kerendahan hati. Maka Roh Kudus akan menyucikan dan terus membaharui kita sehingga tetap berada di bawah kasih karunia Tuhan. Di bawah kasih karunia Tuhan itulah, kita dimungkinkan untuk berusaha dan berdoa untuk mencapai dan memiliki apapun. Tetapi bukan lagi untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan bersama.
Saudara saudara karena manusia itu hidup didunia, maka tentu ia membutuhkan sesuatu dari dunia ini, untuk kehidupannya. Sekali lagi sampai pada batas pemahaman ini, tidak ada masalah.. Sebab fungsi dari barang barang dunia ini adalah alat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tetapi ketika sifatnya sebagai alat telah berubah menjadi tujuan hidup, bertentangan dengan hidup orang beriman.
Sebab persahabatan dengan dunia mempunyai pengertian yang lebih luas dari sekedar hidup yang materialistis. Dalam perikob bacaan disebutkan misalnya adanya perselisihan, perkelahian, iri hati, segala penampilan hidup yang tujuannya adalah memuaskan hawa nafsu manusia yang dikuasai oleh dosa, itulah yang dimaksudkan dengan persahabatan dengan dunia. Tujuan dan cara hidup yang demikian ini jelas bertentangan dengan kehendak Allah.
Orang Kristen yang masih bersahabat dengan dunia, ia disebut sebagai yang mendua hati, orang yang berdosa, tangannya kotor, dan hatinya kotor ( ayat 8 ). Karena itu harus segera disadari bahwa ia adalah orang yang malang dihadapan Allah, orang yang harus segera menyadari dirinya sebagai orang yang berduka karena dosanya ( ayat 9 ). Semuanya itu adalah hasil dari perbuatan iblis ( ayat 7 ). Mereka ini dipanggil untuk mendekat kepada Allah, sebab hanya dengan cara demikian iblis akan menjauh dan melarikan diri dari manusia ( ayat 7 ).
Mendua hati berarti mengasihi Allah disamping mengasihi dunia. Tuannya adalah Allah dan dunia. Perkara demikian tidak berkenan dimata Allah. Allah menolak orang yang mendua hati. Allah menuntut kasih yang penuh dan utuh. Kecemburuaqn Allah akan melahirkan murka-Nya, bila sikap hidup yang mendua hati ini tidak segera di akhiri. Meninggalkan cara hidup yang mengasihi dunia, dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk menjawab kasih Allah yang penuh dan utuh itu, menjadi tuntutan yang harus dipenuhi oleh setiap orang beriman. Firman Allah katakana : menentang orang yang congkak, dan mengasihi orang yang rendah hati ( ayat 6 ).
Doa orang orang yang mendua hati, tidak didengar Allah. Sebab doanya dipenuhi dengan segala keinginan untuk memuaskan hawa nafsunya. Kalau Allah mengabulkan doa ini, akan membawa orang tersebut kedalam kehancuran, yang tidak disadarinya telah terbuka didepan kehidupannya ( ayat 3 ). Allah mendengar doa orang yang sungguh percaya kepada-Nya.
Surat Yakobus yang padat berisikan petunjuk ethis moral, menyiratkan adanya kehidupan kekeristenan bagi orang orang Kristen yahudi diperserakan yang bertentangan dengan iman Kristen. Ini diakibatkan adanya pengaruh kapir yang kuat, dari lingkungan hidup mereka. Sedangkan sebagai orang Kristen yang baru, berita injil belum mampu merubah jalan hidup mereka. Ajaran Yesus tentang etika, menuntut bahwa iman itu harus dibuktikan oleh adanya buah buah-Nya. Iman itu harus menunjukkan hasil. Iman tanpa perbuatan adalah kepura-puraan. Karena itu Yakobus menentangnya. Iman tanpa perbuatan adalah mati ( yakobus 2 : 17 ).
Dalam perikob bacaan tadi, disebutkan adanya perkelahian dan pertengkaran yang muncul karena keserakahan dan iri hati. Dan untuk mencapai apa yang mereka inginkan, mereka menempuh jalan dengan menghalalkan segala cara. Yang penting secara mudah dapat cepat, segala keinginannya terpenuhi. Tidak lagi dipikirkan, apakah cara cara itu bersesuaian atau berlawanan dengan nilai nilai iman. Pendapat tersebut didukung oleh bagaimana mereka berdoa kepada Tuhan, dengan permohonnan untuk memenuhi keinginannya. Apa yang mereka minta adalah segala sesuatu untuk memuaskan hawa nafsu dan keinginannya yang jahat. Sudah barang tentu doa doa mereka tidak akan dikabulkan Tuhan. Mengapa ?
Sebab Tuhan itu maha baik. Dia tahu untuk memberi yang baik dan yang mendatangkan kebaikan kepada semua orang. Tuhan tidak akan memberikan sesuatu kepada siapapun seperti yang dimintakan kepada-Nya, jikalau sesuatu itu pada akhirnya mendatangkan yang tidak baik kepada yang meminta kepada-Nya. Tuhan akan memberikan sesuatu, jikalau sesuatu itu mendatangkan kebaikan dan berdampak baik untuk sesamanya.
Karena itu bagi siapapun yang mengajukan permohonan kepada Tuhan, harus diperhitungkan sebaik baiknya, apakah sesuai yang dimintanya kepada Tuhan itu, akan mendatangkan kebaikan atau sebaliknya kerusakan kepadanya. Dengan kata lain, silahkan minta apapun kepada Tuhan, asalkan yang diminta itu selanjutnya akan mendatangkan kebaikan, maka permintaan itu akan Tuhan kabulkan. Dan untuk mengukur apakah sesuatu itu baik atau tidak baik dimata Tuhan maka Ia telah memberikan petunjuk kepada kita, yaitu Firman-Nya. Firman-Nya yang akan menjadi pedoman dan petunjuk bagi kita untuk memberlakukan segala kewajiban dan tugas tugas kita. Hasil dari tugas tersebut akan memberi kepada kita nilai nilai karya yang baik.
Hidup yang diibadahkan kepada Allah adalah perwujudan dari kesetiaan dan ketaatan seseorang kepada Allah. Intervensi Allah ( dengan Firman-Nya dan oleh pekerjaan Roh Kudus ) itu memperbaharui hati seseorang, yang pada gilirannya akan memperbaharui seluruh anggota tubuhnya, pikirannya, perasaannya, perkataannya dan perbuatannya. Itu berarti perkataan yang baik saja tidak cukup. Tetapi harus dilanjutkan dengan perbuatan yang baik. Amin.(SYR)
Berikan apresiasi satu kali untuk Khotbah/Renungan ini.