Lewati ke konten utama
Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara GEPSULTRA

GEPSULTRA | Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara

VISI: GEPSULTRA Yang Mandiri, Dewasa dan Misioner

  • Mewujudkan jemaat yang memiliki iman yang kokoh dan teguh.
  • Bersekutu dengan semangat kebersamaan antar warga jemaat.
  • Bersaksi dalam mewujudkan panggilan Gereja untuk menjadi berkat bagi sesama.
  • Berdiakonia untuk mewujudkan kesetaraan dalam kasih.
  • Mewujudkan solidaritas antar Jemaat perkotaan dan pedesaan.
  • Mewujudkan solidaritas dan kebersamaan dengan kelompok denominasi dan agama yang lain.
  • Mencapai tingkat kemandirian Jemaat dibidang Theologi, Daya dan Dana.

Kabar Pelayanan

Sorotan Berita

Kabar dan cerita terbaru dari pelayanan GEPSULTRA

Lihat Semua Berita

Berita Terbaru

Foto berita: Pembinaan PKB GEPSULTRA, 13-14, Mei 2018 TERBARU

Pembinaan PKB GEPSULTRA, 13-14, Mei 2018

PKB

Baca Selengkapnya
Foto berita: Nahkoda baru bahtera Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (Gepsultra) periode 2016-2021 TERBARU

Nahkoda baru bahtera Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (Gepsultra) periode 2016-2021

Badan Pekerja Majelis Sinode GEPSULTRA

Baca Selengkapnya

Bahan Iman

Khotbah & Renungan Terbaru

Bahan pelayanan dan refleksi iman terbaru dari kanal Khotbah GEPSULTRA

Lihat Semua Khotbah
Khotbah HUT GEPSULTRA ke-62 Khotbah

Khotbah Ibadah Syukur

Khotbah HUT GEPSULTRA ke-62

Tidak diketahui

Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi, Hari ini 10 Pebruari 2019 Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA) berulang tahun, genap berusia 62 tahun. Karena itulah sebagai warga gereja dan Jemaat, kita memuliakan nama Tuhan dan bersyukur deng

Baca Selengkapnya
Masa Depan Tetap Ada Renungan

Umum

Masa Depan Tetap Ada

Tidak diketahui

Sidang jemaat yang kekasih didalam Tuhan, masa depan adalah kenyataan yang pada suatu saat menjadi masa kini dan bagi umat Tuhan masa depan berpusat kepada Yesus Kristus yang adalah Firman, melalui iman dan pengharapan

Baca Selengkapnya
Mengarah ke Masa Depan Renungan

Umum

Mengarah ke Masa Depan

Tidak diketahui

Meninggalkan sesuatu yang merupakan keharusan, tentu tidak mudah apalagi dengan semua kenangannya. Tetapi yang pasti, bahwa selalu ada hal yang patut untuk di renungkan dan dimaknai ulang. Sesuatu tersebut entahkah dalam bentuk kesedihan, kemalangan,

Baca Selengkapnya
Pembaharuan dalam Hidup Bersama Khotbah

Khotbah Hari Minggu

Pembaharuan dalam Hidup Bersama

Tidak diketahui

Firman Tuhan yang datang menyapa kita di pagi hari ini sungguh sangat indah. Nikmat rasanya! Saya pun sangat menikmatinya disaat saya membacanya. Saya berharap saudara-saudara dapat menikmatinya pula. Mengapa saya katakan demikian! Lalu mengapa pula

Baca Selengkapnya

Profil & Identitas

Sejarah GEPSULTRA

Karya pekabaran Injil kini telah menjadi buah iman yang terwujud dalam persekutuan Gereja Tuhan di Sulawesi Tenggara. Perjalanan kelembagaan persekutuan Gereja Tuhan di Sulawesi Tenggara diawali pada tahun 1950 dengan rencana pelaksanaan Sidang Sinode I tetapi yang kemudian batal dilaksanakan karena terjadi pembunuhan atas Ds. G.W. Mollema dan Ds. F.B. Powatu bersama beberapa tokoh Gereja di Wilayah Moronene. Walaupun demikian, persiapan Sidang Sinode I itu tetap berjalan dan pada tahun 1952 dibentuk Badan Pekerja Bakal Gereja di Sulawesi Tenggara.

Pada tanggal 10 Pebruari 1953 di Bau-Bau diadakan serah terima milik zending dan tanggungjawab kepengurusan gereja dari Ds.R.C. Vleeming (wakil dari NHK) kepada Badan Pengurus Bakal Gereja di Sulawesi Tenggara di hadapan Notaris Kepala Pemerintahan Daerah Sulawesi Tenggara, Bapak Marzuki Marala setelah itu Ds. R.C. Vleeming kembali ke Belanda sebagai tenaga zending terakhir.

Sidang Sinode I dilaksanakan di Kendari pada Tanggal 7-10 Pebruari 1957. Sidang Sinode I ini kemudian melahirkan ???????Gereja Kristen di Sulawesi Tenggara??????? yang disingkat GKSTa dengan komposisi personalia kepengurusan yang disebut dengan Badan Pekerja Sinode (BPS) sebagai berikut :

Tetapi salah satu masalah saat itu adalah keadaan keuangan yang sangat sulit yang antara lain diperuntukkan bagi jaminan hidup Pendeta/pelayan. Tahun 1958 dimana usia GKSTa baru setahun. Kantor Pusat/Kantor BPS-GKSTa di Lambuya dibakar oleh gerombolan DI/TII. Para pemimpin dan warga gereja tercerai berai sehingga Kantor Pusat/Kantor BPS-GKSTa terpaksa dipindahkan ke Kendari

Hingga saat ini GEPSULTRA telah melaksanakan 17 kali Sidang Sinode yang telah menghasilkan keputusan keputusan penting dalam rangka program pelayanan dan partisipasi GEPSULTRA dalam pembangunan daerah Sulawesi Tenggara. Salah satu keputusan penting adalah perubahan nama singkatan GKSTa menjadi GEPSULRA ( sidang sinode IV ) dan berubah menjadi GEPSULTRA ( sidang sinode V )

Selengkapnya

Karya pekabaran Injil kini telah menjadi buah iman yang terwujud dalam persekutuan Gereja Tuhan di Sulawesi Tenggara. Perjalanan kelembagaan persekutuan Gereja Tuhan di Sulawesi Tenggara diawali pada tahun 1950 dengan rencana pelaksanaan Sidang Sinode I tetapi yang kemudian batal dilaksanakan karena terjadi pembunuhan atas Ds. G.W. Mollema dan Ds. F.B. Powatu bersama beberapa tokoh Gereja di Wilayah Moronene. Walaupun demikian, persiapan Sidang Sinode I itu tetap berjalan dan pada tahun 1952 dibentuk Badan Pekerja Bakal Gereja di Sulawesi Tenggara.

Pada tanggal 10 Pebruari 1953 di Bau-Bau diadakan serah terima milik zending dan tanggungjawab kepengurusan gereja dari Ds.R.C. Vleeming (wakil dari NHK) kepada Badan Pengurus Bakal Gereja di Sulawesi Tenggara di hadapan Notaris Kepala Pemerintahan Daerah Sulawesi Tenggara, Bapak Marzuki Marala setelah itu Ds. R.C. Vleeming kembali ke Belanda sebagai tenaga zending terakhir.

Sidang Sinode I dilaksanakan di Kendari pada Tanggal 7-10 Pebruari 1957. Sidang Sinode I ini kemudian melahirkan ???????Gereja Kristen di Sulawesi Tenggara??????? yang disingkat GKSTa dengan komposisi personalia kepengurusan yang disebut dengan Badan Pekerja Sinode (BPS) sebagai berikut :

Tetapi salah satu masalah saat itu adalah keadaan keuangan yang sangat sulit yang antara lain diperuntukkan bagi jaminan hidup Pendeta/pelayan.

Selengkapnya

Karya pekabaran Injil kini telah menjadi buah iman yang terwujud dalam persekutuan Gereja Tuhan di Sulawesi Tenggara. Perjalanan kelembagaan persekutuan Gereja Tuhan di Sulawesi Tenggara diawali pada tahun 1950 dengan rencana pelaksanaan Sidang Sinode I tetapi yang kemudian batal dilaksanakan karena terjadi pembunuhan atas Ds. G.W. Mollema dan Ds. F.B. Powatu bersama beberapa tokoh Gereja di Wilayah Moronene. Walaupun demikian, persiapan Sidang Sinode I itu tetap berjalan dan pada tahun 1952 dibentuk Badan Pekerja Bakal Gereja di Sulawesi Tenggara.

Pada tanggal 10 Pebruari 1953 di Bau-Bau diadakan serah terima milik zending dan tanggungjawab kepengurusan gereja dari Ds.R.C. Vleeming (wakil dari NHK) kepada Badan Pengurus Bakal Gereja di Sulawesi Tenggara di hadapan Notaris Kepala Pemerintahan Daerah Sulawesi Tenggara, Bapak Marzuki Marala setelah itu Ds. R.C. Vleeming kembali ke Belanda sebagai tenaga zending terakhir.

Selengkapnya

KEPEMIMPINAN SINODE

BPMS GEPSULTRA

Badan Pekerja Majelis Sinode GEPSULTRA Periode 2016–2021

Galery Dokumentasi Kegiatan